NAMA AHMAD MEMANG ADA DALAM ALKITAB
Posted by mochihotoru | Posted in Christianity, Islam, Religions | Posted on 4:04:00 PM
10
Nabi yang tidak terdidik yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil. (Tempat Tinggi 7:157)
Memberi berita sukacita dengan (datangnya) seorang nabi yang akan datang sesudahku (Yesus), yang namanya Ahmad. (Barisan 61:6)
Dua ayat di atas memberikan pengertian sangat kuat bahwa akan ada seorang Nabi yang akan datang seperti yang dinantikan oleh orang-orang Israel sesudah kenabian Yesus sang Juru Selamat (Mesias) dengan nama ‘Ahmad’ yang tercatat dalam kitab Taurat, Injil, serta kitab-kitab lain dalam Alkitab yaitu kitab yang sekarang menjadi pegangan umat Yahudi dan Kristiani.
Namun nama ‘Ahmad’ tidak kita temukan secara langsung dalam Alkitab yang ada sekarang ini—tidak terjejak sama sekali dalam Alkitab terjemahan, hal ini bisa terjadi karena memang tidak ada Alkitab yang berbahasa aslinya yaitu bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani atau karena memang ada kesalahan penulisan dan penerjemahan (lost in translation).
Puji Tuhan, dengan usaha keras, keuletan, dan ketelitian dari para pakar akhirnya terkuak juga letak kesalahannya yang menyebabkan hilangnya nama Ahmad dalam Alkitab yang ada sekarang ini. Sebagaimana yang kita ketahui, bahasa yang dipergunakan oleh Yesus beserta umatnya adalah bahasa
Sang HIMADA adalah AHMAD
Sebab-sebab turunnya nubuat akan kedatangan seorang nabi yang diutus bagi semua bangsa yang bernama “Ahmad” adalah ketika bangsa Israel yang telah hancur jatuh terpuruk diizinkan kembali membangun Yerusalem dan Bait Salomo yang telah diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea, sebagian orang berada dalam kegembiraan dan sebagian yang lain berada dalam kesedihan yang memilukan karena teringat kembali akan keindahan Bait Agung Salomo yang hancur lebur.
Pada saat itulah, Allah mengutus seorang nabi bernama Hagai untuk menghibur bangsa
Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan Himada untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan semesta alam. (Hagai 2:7)
Seseorang yang diutus untuk mengangkat kembali bangsa
Tentu saja ketika janji Allah tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa lain, maka yang terjadi adalah kata Himada akan ikut diterjemahkan dan berubah dengan sendirinya, mari kita lihat terjemahannya ke dalam bahasa Inggris :
And I will shake all nations, and the desire of all nations shall come: and I will fill this house with glory, saith the LORD of hosts. (KJV, Hagai 2:7)
Lihatlah kata Himada diterjemahkan menjadi desire dalam bahasa Inggris yang artinya keinginan atau hasrat, hal ini dianggap benar oleh para penerjemah Alkitab di hamper seluruh negara karena mereka memahami Himada bukanlah nama orang tetapi sebagai kata benda abstrak.
Perlu diketahui bahwa terjemahan Alkitab dalam bahasa apapun, baik dalam bahasa Arab, Indonesia, Jepang, Spanyol, maupun bahasa-bahasa lainnya mengambil dari Alkitab yang berbahasa Inggris tersebut, terutama Versi Raja Yakobus (King James Version) sehingga tidak aneh kalau kita tidak menemukan nama Ahmad dalam Alkitab.
Mari kita lihat terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan dari Alkitab berbahasa Inggris:
Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. (Alkitab Terjemahan Resmi, Hagai 2:8)
Semua bangsa akan Kugemparkan dan harta benda mereka akan dibawa kemari, sehingga Rumah-Ku akan penuh dengan kekayaan mereka. (Alkitab BIS, Hagai 2:7)
Lihatlah kata desire dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi barang yang indah-indah. Sedangkan dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari kata itu berubah menjadi harta benda. Dari sini saja sudah nampak distorsi dari Inggris ke
Tetapi kalau ayat-ayat kitab Hagai yang berbahasa Inggris ini kita terjemahkan ke dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Ibrani, maka kata Himada tersebut akan muncul kembali dengan sendirinya, kurang-lebihnya seperti berikut ini:
וּבָאוּ, חֶמְדַּת כָּל-הַגּוֹיִם
“...ve yavu Himdath kol haggoyim”
“...sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir”
Huruf th dalam kata Himdath bisa diganti menjadi hi atau bahkan dihilangkan sama sekali, sekarang mari kita analisis kata-kata dalam bahasa Ibrani, Aram, dan Arab yang merupakan satu rumpun bahasa.
· Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Ibrani
· Himada = bahasa
· Ahmad = bahasa Arab
Semua kata tersebut mempunyai kesamaan arti yaitu terpuji dan mempunyai kesamaan akar kata yaitu H-M-D. Perlu diketahui pula, baik bahasa Arab maupun bahasa Ibrani dan Aram tidak memiliki huruf-huruf vokal, ketiganya hanya memiliki alfabet yang terdiri atas konsonan. Maka, lihatlah jika kita hilangkan vokal dan kita biarkan konsonannya, ketiga kata itu akan menjadi:
· H-M-D = dalam bahasa Ibrani
· H-M-D = dalam bahasa Aram
· H-M-D = dalam bahasa Arab
Tentu ini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan bagi siapapun yang ahli dalam bahasa Semit, atau setidaknya mengerti karakteristik bahasa Semit, tentu mempunyai kesimpulan yang sama bahwa Himada dan Ahmad adalah sama. Seperti Abdullah dalam bahasa Arab yang menjadi Abdiel dalam bahasa Ibrani, atau Ibrahim dan Abraham yang mengandung unsur huruf yang sama. Sehingga kesimpulan akhirnya adalah bahwa nama Ahmad memang ada dalam Alkitab.
PARAKLÊTOS adalah AHMAD
Bangsa
Suatu ketika Yesus khotbah di depan anak-anak
Khotbah Yesus tersebut sangat dipahami oleh orang-orang Israel, namun sayang sekali mereka tidak langsung menuliskan apa yang disabdakan Yesus ketika itu, dan khotbah Yesus yang berbahasa Aram tersebut baru dicatat 60 tahun kemudian. Itu pun dalam bahasa Yunani, yang merupakan lingua franca (bahasa pengantar) daerah Timur Tengah bagian barat selama tiga abad dan juga merupakan bahasa resmi wilayah timur Kekaisaran Romawi termasuk kawasan
“κἀγὼ ἐρωτήσω τὸν πα.τέρα καὶ ἄλλον παράκλητον δώσει ὑμῖν, ἵνα μεθ' ὑμῶν ᾖ εἰς τὸν αἰῶνα”
“Kagō erōtaō tou patēr kai allos Paraklētos didōmi humin hina meta humōn eis tou aiōn eimi” (Yohanes 14:16)
Kata Paraklētos kerap diterjemahkan dengan beberapa arti yaitu: pembujuk, pembimbing, pembela. Sebagian sarjana berpendapat bahwa kata Yunani Paraklētos tersebut merupakan kutipan atau penerjemahan yang salah dari khotbah Yesus yang berbahasa
Jika kata Hamida yang disebut oleh Yesus diartikan sebagai kata benda abstrak maka terjemahan khotbah Yesus adalah seperti berikut ini:
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. (Yohanes 14:16)
Namun kalau kata Hamida yang disebut Yesus diartikan sebagai sebuah nama yang konkret maka terjemahannya adalah seperti berikut ini:
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Hamida, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. (Yohanes 14:16)
Maka khotbah Yesus tersebut senada dengan Firman Allah dalam Alquran:
Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai Anak-Anak
Tentu hasil akhir yang kita dapatkan adalah kata Hamida dalam bahasa
Sebagaimana penjelasan di atas, tanpa perlu berasumsi atau mencari pembelaan iman (apologetika), maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, apakah kata Hamida dianggap sebagai kata benda abstrak, jika kita kembalikan ke dalam bahasa yang dipertuturkan Yesus yaitu bahasa Aram, maka nama Ahmad tidak akan mampu disembunyikan lagi.
KEAJAIBAN NAMA MUHAMMAD
Sesuatu yang sangat menarik adalah, tidak ada seorangpun yang bernama Ahmad atau Muhammad sejak Adam diciptakan sampai dengan lahirnya seorang anak dari Abdullah dan Aminah. Yang mengejutkan, tidak ada orang Islam yang memakai nama Ahmad sampai kira-kira tahun 740 M karena sebelum itu sebutan Ahmad merupakan nama panggilan alternatif terhadap kata Muhammad, yang memiliki arti yang sama yaitu “yang terpuji”.
Hal ini bukanlah kebetulan yang direkayasa kalau Aminah memberi nama Muhammad pada anaknya, tetapi hanya semata-mata sebagai keputusan Tuhan ALLAH Yang Maha Kuasa dan sebagai bukti keagungan rencana-Nya.
Sumber:
5. Wikipedia, free encyclopedia

