Ingin Dapat Promosi? Penuhi Dulu PQ Anda!

Posted by mochihotoru | Posted in | Posted on 6:42:00 PM

Sudah bekerja keras dan giat, bahkan sempat jatuh sakit, tapi mengapa promosi yang Anda kejar itu tidak juga datang kepada Anda? Menurut Yoris Sebastian, Creative Consultant dari OMG Creative mengatakan, bahwa kebanyakan kita mengutamakan IQ atau SQ untuk bisa maju dalam karier, namun seringkali terlupa akan PQ. PQ (Promotable Quotient) merupakan sebuah kiat untuk bisa melaju lebih lanjut dalam karier. Yoris, yang pernah menjabat sebagai General Manager Hard Rock Cafe ketika ia berusia ke-26 tahun ini berbagi tip bagaimana memperkaya PQ pada acara Road to Young Caring Professional Award Office to Office Roadshow di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dari sekian banyak poin dalam PQ, Yoris membagi sembilan poin terutama agar seseorang bisa lebih memaksimalkan kariernya. Berikut di antaranya:

1. Happynomics
"Kebanyakan orang bicara soal passion untuk kerja agar bisa tetap bergairah dan bersemangat mengerjakan apa yang ia kerjakan. Namun, saya menggunakan istilah sendiri, yakni Happynomics," terang Yoris. Menurutnya, Happynomics berarti melakukan hal-hal yang membuat seseorang senang, tapi juga memiliki nilai ekonomi di dalamnya. Jika belum memiliki pilihan mengenai apa yang Anda senangi, Yoris mengatakan, untuk mencoba membuat daftar hal-hal yang ingin dilakukan tapi belum sempat dilakukan, lalu lihat apa yang bisa dijadikan uang. Jika memang belum memungkinkan untuk dijadikan tempat menuai penghasilan, lakukan hal tersebut di luar jam kerja. Meski penting untuk melakukan apa yang kita inginkan, tetap harus realistis, bahwa kita butuh penghasilan yang pasti, jangan tiba-tiba meninggalkan pekerjaan untuk mengejar mengerjakan apa yang kita sukai saja.

2. Berorientasi pada hasil
Meski kita bekerja hingga tengah malam, atasan tak akan peduli jika hasilnya sama saja. Lama Anda bekerja tidak akan berarti jika hasilnya tidak banyak. Mulailah untuk melihat hasil Anda sendiri. Hitung hasil yang telah Anda kerjakan setiap hari, lalu akumulasikan setiap minggunya. "Ada buku yang mengatakan bahwa ketika kita bekerja 10 ribu jam, kita menjadi ahli dalam bidang tersebut," terang Yoris. Namun, "Waktu kerja yang lama tak akan berarti jika tak ada hasilnya," papar Yoris.

3. Lakukan 70:20:10
Hidup harus seimbang, tetapi kita masih tetap harus realistis. Kita harus tetap menyisihkan waktu kerja sebagai yang teratas. Maka, Yoris menganjurkan untuk membagi waktu 70 persen dalam seminggu untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan. Sebanyak 20 persen untuk melakukan apa yang menjadi gairah Anda, dan sisanya, sebanyak 10 persen untuk melakukan hal-hal idealis, misalnya beramal.

"Anda bisa juga mencoba menggunakan Google Calendar untuk memberi tanda warna pada tanggalan aktivitas. Dari sana, Anda bisa mengukur pembagian waktu Anda dalam seminggu," saran Yoris.

4. Knowledge Makes You Powerful
"Jangan malas untuk memperkaya diri dengan pengetahuan. Ketika kita kaya akan pengetahuan, banyak mengetahui data, maka kita akan lebih powerful (berdaya)," ungkap Yoris. Perkayalah pengetahuan lewat buku, internet, Twitter, slideshare, dan saluran lainnya. Ambil inspirasi dari berbagai pengetahuan yang Anda dapat, jangan meng-copy lalu paste. Karena, ketika Anda mengetahui sesuatu lebih banyak dari orang lain, Anda jadi lebih berdaya.

5. Judge the Book by It's Cover
"Kebanyakan orang akan berkata 'Don't judge a book by it's cover'. Tetapi, tak bisa diingkari, bahwa penampilan itu memang penting. Jadi, please do care about your grooming," pinta Yoris. Ketika Anda berdandan persis serupa dengan semua orang, kadang Anda bisa "tenggelam" di antara kebanyakan orang.

Yoris mencontohkan dirinya sendiri. Ketika ia bekerja di Hard Rock Cafe, ketika semua orang mengenakan pakaian santai, seperti celana jins dan kaus, ia berusaha menjadi berbeda, ia mengenakan kemeja lengan pendek dan berdasi. Sebaliknya, ketika ia menjadi seorang konsultan, yang biasanya diidentikkan dengan orang-orang yang berpakaian rapi, kemeja berdasi dan celana bahan, Yoris justru mengenakan kaus bertuliskan pesan, dan celana bahan. Ia tak menyarankan untuk Anda mengenakan pakaian seperti dirinya, namun ia menyampaikan pesan untuk mencoba menjadi unik. Karena lewat keunikan tersebut, Anda bisa lebih dikenal dan diingat oleh orang lain. Tapi, jangan lupa, ketika ingin menjadi berbeda, lakukan dengan alasan dan sarana yang tepat. Jangan sampai diingat karena hal yang buruk.

6. Be Accountable
Yoris mengatakan, "Old school employee focus on process. Creative employee focus on results." Menjadi seseorang yang rajin melakukan segala hal yang baku, sesuai buku teks, tidaklah cukup. Yoris menyarankan agar Anda mau mengerjakan sesuatu tak hanya sesuai job desc, tapi lebih dari yang diharapkan. Agar Anda bisa diingat dan diandalkan oleh atasan Anda. Lakukan terobosan-terobosan yang baik yang bisa menunjukkan bakat tersembunyi Anda.

7. Learn Persuasive Skill
Ketika Anda sudah memperkaya diri, kini saatnya Anda "menjual" diri. Pelajari ilmu-ilmu pemasaran dan pengembangan diri. Ikuti kursus, seminar, workshop, dan baca buku. Dengan begini, Anda akan selangkah lebih maju untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

8. Minta Evaluasi Tertulis
Evaluasi hasil kerja merupakan hak dan kewajiban seorang pegawai. Ia harus mau belajar mengenali kekurangan dan kelebihannya. Pastikan Anda mengetahui secara pasti gol dalam hidup dan karier. Ketika Anda mendapatkan evaluasi, Anda bisa menjadikan hal tersebut sebagai pacuan dan dorongan untuk bekerja lebih baik.

9. Don't Stop Believin'
Anda adalah apa yang Anda pikir tentang Anda. Jangan terpaku pada satu hal, cobalah terus menggali tentang banyak hal. Jangan patah arang ketika menemukan kendala. "Creativity is a skill, not a genetic," tutup Yoris.

(sumber: kompas.com)

Comments (0)

Post a Comment