WARNA YANG HILANG

Posted by mochihotoru | Posted in | Posted on 11:34:00 PM

Hmmm...

Entahlah, tapi kurasa judulnya mungkin terlalu puitis. Padahal apa yang ingin kutulis sekarang hanya hal-hal yang aku rasa ilmiah dan denotatif.

Ah, mungkin karena seharian ini aku terlalu memikirkan tentang hal yang berkaitan dengan warna ya? Pasalnya, aku bingung, karena dana yang minim dan tanpa sponsor, AKARI sepertinya terpaksa kembali ke zaman primitif di mana kita akan mencetak hitam-putih alias tanpa warna. Padahal keinginan kita adalah mencetaknya fullcolor. Bagaimana pun ini memang pengalaman pertama kami, pengurus AKARI, bekerja di dunia permajalahan. Kita belum benar-benar tahu estimasi biayanya.

Warna itu...

Tadi aku menonton sebentar tayangan F1 Qualifying yang berlangsung di China. Entah mengapa, ketika melihat mobil milik Kimi Raikonnen yang berwarna merah (Ferrari) keluar dari pitstop, aku teringat banyak hal yang berhubungan dengan warna merah dan warna lainnya juga pemakaian warna-warna itu dalam kebudayaan--contohnya, bangsa Cina menganggap merah merupakan lambang kemakmuran, dll. Akhirnya, layar di otakku memunculkan kata-kata seperti ini: "APAKAH ADA WARNA SELAIN YANG PERNAH AKU LIHAT SELAMA INI?"

Warna yang sering kulihat selama ini tak lain dan tak bukan warna-warna seperti: abu-abu, biru, biru laut, coklat, emas, hijau, hitam, kuning, merah, merah marun, merah jambu (pink), oranye, perak, putih, ungu, violet, zaitun, dan derivasinya yang disesuaikan dengan intensitas cahaya. Baik dalam daftar warna di RGB, CMYK, maupun HSV, tak ada warna-warna baru yang muncul selain derivasi dari warna-warna dasar tadi.

Omong-omong, apa itu warna? Dalam Wikipedia Indonesia aku menemukan definisi bahwa "warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih)". Aku tak tahu mengapa warna-warna itu "harus" terlihat oleh mata kita--sebenarnya bukan cuma mata manusia. Yang pasti, dunia ini sepertinya tak akan terasa indah tanpa hadirnya warna-warna tersebut. Kita bisa melihat pelangi, awan, langit biru, memandangi hijaunya alam di pegunungan, membedakan warna baju yang dikenakan teman-teman, memilih warna cat untuk rambut, dan lainnya. Aku bisa membayangkan betapa tidak enaknya perasaan orang-orang yang buta warna.

Teori-teori warna banyak bermunculan di buku-buku Fisika. Semuanya berkaitan dengan cahaya. Begitu pun dalam Psikologi. Psikologi warna menunjuk pada penelitian efek setiap warna yang ada saat ini pada perilaku dan perasaan manusia. Dalam peralatan optis, warna bisa berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru. Artinya, warna-warna tersebut jika saling dicampur akan membentuk warna "baru". Baru di sini berarti "warna dasar" lain. Tapi, tak seperti unsur kimia yang yang saat ini berjumlah 116 unsur di dunia dan mungkin akan bertambah seiring waktu, kurasa belum ada yang berhasil menciptakan/ menemukan satu pun warna baru.

Aku berpikir, sebenarnya apa warna itu hanya sebanyak itu? Sebanyak yang ada di Pallettes di CorelDRAW? Ataukah ada warna lain yang belum sama sekali ditemukan manusia manapun di salah satu sudut dunia ini? Yang tercipta dari pembiasan cahaya yang berbeda di galaksi lain? Atau bahkan dunia lain? Dan apakah warna itu memiliki simbolisme dan psikologi yang lebih cerah atau lebih membuat hati sedih?

Yang pasti, jika memang warna "itu " ada, warna baru, kita akan telah berada di sebuah dunia baru...

Comments (0)

Post a Comment