Cinta Istri sampai Mati

Posted by mochihotoru | Posted in | Posted on 12:33:00 PM

Musa termasuk orang yang sangat mencintai istrinya. Selain itu, ia juga amat takut sama istrinya. Para tetangganya sudah sangat mengerti akan kecintaan Musa kepada istrinya. Sebab sepasang suami istri ini sering menunjukkan kemesraan di depan umum. Namun, kemesraan yang sudah menjadi buah bibir warga perumahan itu akhirnya berakhir. Sang istri dipanggil oleh Yang Maha Kuasa di usia yang masih sangat muda.

Musa menangis tersedu tiada henti setiap hari. Bahkan ketika sang istri hendak dimakamkan, Musa meminta izin untuk membacakan puisi cintanya kepada sang belahan jiwa di depan jasadnya.

Semua yang hadir terkagum-kagum dengan kecintaan Musa kepada istrinya. Kekaguman masyarakat semakin membuncah beberapa bulan setelah sang istri meninggal. Mengapa? Karena walau sudah tiga bulan istri meninggal, Musa setiap pagi Musa masih terus menyiram makam istri dengan air bunga.

Karena penasaran, sahabat Musa yang bernama Riza bertanya, “Musa, semua orang sudah tahu bahwa kamu sangat mencintai istrimu. Tapi rasanya kamu tidak perlu menyiram air bunga lagi setiap pagi untuk membuktikan cinta. Kenapa kamu harus menyiram air bunga setiap pagi ke makam istrimu? Orang sudah tahu, kamu nggak mungkin berpaling dengan yang lain, kecintaanmu kepada istrimu tiada tandingannya,”

Dengan menarik napas panjang, Musa menjawab, “Dahulu istriku pernah berwasiat: nanti bila aku meninggal jangan buru-buru kawin lagi. Mas boleh kawin lagi apabila rumput di makamku sudah setinggi lutut. Maka agar aku bisa menunaikan amanat istriku itu, setiap pagi makamnya aku siram air agar rumput di makam istriku bisa tumbuh dengan cepat.

(sumber: jamil.niriah.com)

Comments (0)

Post a Comment